Home BERITA Formudatastura; Diskusi Halal Tourism dan Kearifan Lokal Sasak

Formudatastura; Diskusi Halal Tourism dan Kearifan Lokal Sasak

30
0

NULomboktengah.or.id | PRAYA – Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) ANSOR Lombok Tengah menggelar diskusi bersama tokoh pemuda dan lembaga-lembaga penggiat pariwisata pada Kamis, (11/4) Kemarin dengan tema Menyoal Pariwisata Halal di Lombok Tengah.

Hadir sebagai narasumber: H. L, Putria (Kadis Budpar Loteng), Lalu Wiranata  (Kabid. Fisik  Bappeda Loteng), dan Agus Wahaji (Sekretaris PHRI Loteng).

Ketua GP Ansor Lombok tengah Wahyu Satriadi dalam sambutannya mengatakakan, diskusi ini ingin memantik tema besar NTB tentang wisata halal.

“Kita ingin tau program pemerintah, sejauhmana dampak positif-negatifnya, sejauhmana harapan dan tantangannya” Ungkap Wahyu.

Kadis Budpar Loteng H. Lalu Putria dalam penyampaiannya, mengingatkan, pembangunan sumber daya manusia sangat penting dalam menghadapi kemajuan pariwisata Lombok tengah.

Dikatakannya, SDM yang baik akan mempengaruhi tingkat kesadaran masyarakat terhadap pariwisata.

“Wisata Halal di Lombok Tengah harus berjalan beriringan dengan kearifan lokal masyarakat Lombok Tengah, bukan berarti karena wisata halal terus wisatawan pake cadar, itu keliru. identitas Lombok ini kan sudah islami sekali, tinggal itu yang kita pertegas” Kata Putria.

Sementara itu, Kabid Fisik Bappeda Loteng, Lalu Wiranata menjelaskan,Bappeda terus melakukan perubahan-perubahan dalam perencanaan pengembangan pariwisata di Loteng dengan melihat kebutuhan jaman now.

“Sekarang kita menghadapi wisatawan yang sangat banyak, infrastruktur jalan, kamar hotel, restoran dan lain-lain tentu harus kita antisipasi dan terus tingkatkan. Bapedda menggali juga masukan pakar dan masyarakat lokal” Ungkapnya.

Sementara Agus Wahaji yang menjabat sekretaris PHRI Loteng, mengatakan Halal tourism berebeda dengan pariwisata syariah. Lombok Tengah brandnya Halal tourism bukan Syariah tourism.

Halal tourism prinsipnya kita penuhi hak-hak wisatawan muslim misalnya di hotel sudah ada sajadah alat solat, alquran, arah kiblat, masakan steril dari sesuatu yang haram.

“Kami dari PHRI sudah menyurati hotel-hotel untuk memenuhi hak-hak wisatawan Muslim dalam aspek pelayanan ini, namun tentu tanpa meninggalkan kekuatan kita yang lain, kearifan dan budaya lokal” Jelas Agus.

Acara Diskusi ini juga sebagai kegiatan untuk melaunching Forum Rembug Pemuda (ForMuda) Tastura. ForMuda Tastura adalah wadah kajian dan diskusi pemuda Lombok Tengah. Diharapkan setiap isu dan permasalahan dalam berbagai aspek  akan didiskusikan di ForMuda Tastura.

Narasumber  sangat mengapresiasi dibentuknya ForMuda Tastura. Mereka berharap PC GP ANSOR Loteng dengan lembaga kajiannya ini  menjadi salah satu pilar dalam mewujudkan kemajuan Lombok tengah. ForMuda Tastura secara resmi dilaunching oleh Kadisbudpar Loteng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here