Home BERITA GP ANSOR Loteng Aksi Teror Kembali, UU Terorisme Perlu Disahkan

GP ANSOR Loteng Aksi Teror Kembali, UU Terorisme Perlu Disahkan

31
0

 

Nulomboktengah.or.id.|PRAYA– Tidak henti-hentinya aksi teror menghantui damai rakyat Indonesia. Setelah aksi teror di Mako Brimob Depok beberapa hari yang lalu. Kini aksi serupa dan tak kalah kejam terjadi di Surabaya. Bahkan aksi teror dilakukan dibeberapa titik.

Kejadian tersebut membuktikan bahwa terorisme belum benar usai di Indonesia. Entah berapa banyak lagi korban jiwa yang akan berjatuhan. Dan entah kapan damai itu terwujud.

Aksi teror demi teror yang terus berlanjut membuktikan bahwa negara belum benar-benar maksimal dalam mencegah teror dan terorisme itu sendiri.

Wahyu Satriadi, Ketua PC GP Ansor Lombok Tengah mengungkapkan bahwasanya Pemerintah dan aparat terkait masih terkesan belum membuka diri dalam menyoal terorisme yang begitu akut. Dibutuhkan formula terbaru sehingga terorisme itu bisa digasak dari soal terkecil sampai soal terdalam.

Pengesahan UU Terorisme perlu dipertimbangkan sehingga usaha-usaha pencegahan bisa lebih maksimal. Polri dalam hal ini membutuhkan mitra strategis dalam upaya merontokkan gerakan-gerakan teror yang makin tidak terbendung.

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Lombok Tengah  menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat tua maupun muda untuk sama-sama menjaga gumi Tastura dari aksi-aksi teror. Karena terorisme itu tidak memandang waktu dan tempat sehingga antisipasi itu juga penting.

“Aksi terorisme itu juga bukan soal kualitas keimanan pelaku, namun ada faktor ekonomi yang juga sangat menentukan. Ini bisa dilihat dari pelaku bom bunuh diri yang merupakan ibu-ibu yang membawa 2 orang anak. Kelihatan sekali ada faktor putus asaan dalam hidup. Maka kami himbau pemerintah juga tdk abai dengan kesejahteraan rakyatnya”. Ungkap Wahyu.

“Dan PC. GP Ansor Lombok Tengah, mengutuk aksi teror di Surabaya dan berharap aparat kepolisian mengusut tuntas dan memburu pada pelaku dan otak kejadian. Harus ketemu dan hukum seberat-berat”. Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here